berandaPeristiwa,- Gubernur Banten Andra Soni menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan tersebut fokus membahas penguatan kerja sama penanganan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya dan DKI Jakarta.
Dalam kunjungan kerja itu, Andra hadir bersama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin. Ketiga kepala daerah mendorong percepatan solusi lintas wilayah untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini rutin terjadi saat curah hujan tinggi.
Andra menilai persoalan banjir di Tangerang Raya membutuhkan langkah bersama. Menurut dia, Banten dan Jakarta memiliki keterkaitan wilayah sehingga harus memperkuat koordinasi dalam pengendalian banjir maupun pengelolaan lingkungan.
“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra Soni.
Tandon Bersama Jadi Solusi Pengendalian Banjir
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah menyepakati pembangunan sejumlah tandon air sebagai langkah strategis pengendalian banjir. Tandon itu nantinya menampung debit air hujan sekaligus mengurangi genangan di kawasan rawan banjir.
Andra menjelaskan, pemerintah daerah juga akan memanfaatkan tandon tersebut sebagai sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat.
“Melalui tandon-tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Langkah pembangunan tandon dinilai penting karena kawasan Tangerang Raya dan Jakarta memiliki sistem aliran air yang saling terhubung. Karena itu, pengendalian banjir membutuhkan perencanaan terpadu antardaerah.
Pengelolaan Sampah Diarahkan Menjadi Energi
Selain banjir, pembahasan juga menyentuh persoalan pengelolaan sampah. Pemerintah daerah di Tangerang Raya berkomitmen mengembangkan pengolahan sampah mandiri berbasis energi listrik atau pembangkit listrik tenaga sampah sesuai arahan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis dengan melibatkan masyarakat sekitar. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pemprov DKI Siapkan Optimalisasi Lahan di Legok
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan itu turut membahas pemanfaatan aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Pemerintah berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk kawasan permukiman, pertanian, dan tandon pengendali banjir.
Menurut Maesyal, saat ini baru sebagian kecil lahan yang digunakan untuk lembaga pemasyarakatan.
“Sebab, dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas. Sisanya akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, yakni 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman,” ujar Maesyal.
Kolaborasi antara Pemprov Banten dan Pemprov DKI Jakarta itu diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan banjir dan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan penyangga ibu kota.

















