banner 728x250

APAR Jadi Senjata Wajib di Rumah, Pelatihan di Banten Ungkap Cara Cegah Kebakaran Sejak Dini

Pelatihan keluarga tanggap bencana dorong kesiapsiagaan ibu rumah tangga dalam menghadapi risiko kebakaran

Tinawati Andra Soni Imbau Rumah Tangga Sediakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
Tinawati Andra Soni Imbau Rumah Tangga Sediakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran (Foto: Bantenprov.go.id)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan pentingnya alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah. Ia menilai, keberadaan APAR mampu menekan risiko kebakaran sejak tahap awal sebelum api membesar.

Ia menyampaikan hal itu usai mengikuti pelatihan keluarga tanggap bencana di Gedung PKK Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Senin (4/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta belajar langsung teknik dasar memadamkan api.

“Hari ini kami telah melaksanakan pelatihan cara memadamkan api ketika terjadinya kebakaran di rumah atau di dapur,” ujar Tinawati.


Simulasi Jadi Kunci Pemahaman

Tinawati menilai praktik langsung memberi dampak besar bagi peserta. Simulasi membuat peserta lebih siap menghadapi kondisi darurat di rumah, terutama di area dapur yang rawan kebakaran.

“Yang paling berkesan adalah simulasi bagaimana cara penanggulangan kebakaran di rumah dan dapur,” katanya.

Ia juga menyoroti perluasan peran petugas pemadam kebakaran yang kini menangani berbagai kondisi darurat, termasuk evakuasi hewan berbahaya.

“Akhir-akhir ini… bukan hanya penanggulangan kebakaran saja,” ujarnya.


Edukasi Keluarga Jadi Fokus Utama

Tinawati menekankan pentingnya edukasi bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga. Ia menilai, pengetahuan dasar mampu mencegah api menyebar lebih luas.

“Hal ini sangat penting bagi ibu rumah tangga dalam penanganan awal ketika terjadi kebakaran,” ucapnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.


Satpol PP Ingatkan Risiko Musim Kemarau

Kepala Satpol PP Provinsi Banten, Nana Suryana, mengapresiasi pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan ini membangun keberanian masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Mudah-mudahan kegiatan ini… menjadi salah satu pembelajaran,” ujar Nana.

Ia menjelaskan, kebakaran rumah tangga saat musim kemarau sering dipicu korsleting listrik dan kebocoran gas. Karena itu, masyarakat perlu mengatur penggunaan listrik dengan bijak.

“Masyarakat harus menyesuaikan pemakaian dan beban seperti tidak menggunakan stopkontak secara beramai-ramai,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala.

“Kalau memang sudah tua diharapkan bisa diganti,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *