banner 728x250

Wagub Banten Sebut APJI Jadi Motor Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

APJI dinilai berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan wisata kuliner, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis di Banten.

Wagub Banten: APJI Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Daerah
Foto: adpim.dokpim.banten
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan sektor jasa boga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Banten. Menurut dia, keberadaan pelaku usaha kuliner dan katering mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia Provinsi Banten di The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Jasa Boga Mandiri: Menjadi Pilar Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional, Serta Berdaya Saing di Tingkat Global”.

Dimyati mengatakan sektor jasa boga kini berkembang menjadi salah satu penopang pembangunan daerah maupun nasional. Ia menilai industri tersebut bukan hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki penghasilan tetap.

“Jika dihitung-hitung, ada ratusan ribu orang di Banten yang bekerja pada sektor jasa boga. Jadi, saya menilai lapangan pekerjaan tumbuh di situ. Masyarakat yang tadinya tidak memiliki pekerjaan bisa terserap dan mendapatkan penghasilan untuk keluarga mereka,” kata Dimyati.

Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata kuliner dalam mendorong investasi dan peningkatan pendapatan daerah. Menurutnya, kekayaan kuliner khas daerah dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

“Wisata kuliner dan jasa boga ini luar biasa. Sektor ini bisa menarik investasi, meningkatkan pendapatan daerah, termasuk pendapatan negara,” ujarnya.

Meski memiliki potensi besar, Dimyati menilai pelaku usaha jasa boga tetap perlu meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten mendorong APJI aktif memberikan pelatihan kepada para pengusaha kuliner, termasuk pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan, keamanan pangan, hingga kandungan gizi dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Banten dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya melihat APJI ini organisasi yang profesional. Perlu dukungan APJI untuk melatih para pelaku usaha agar mereka lebih profesional dan memahami cara menjaga mutu makanan yang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pengusaha jasa boga di Banten melalui pelatihan dan sertifikasi keamanan pangan.

Menurut Tashya, APJI juga telah dipercaya oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan manajemen katering kepada 32 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan yang nantinya akan memimpin dapur program MBG.

Selain itu, APJI membuka peluang kolaborasi dengan Pemprov Banten melalui Satgas APJI untuk memberikan pelatihan kepada relawan dan mitra dapur MBG agar penyediaan makanan sehat dan bergizi berjalan optimal.

“APJI sangat fokus pada keamanan pangan. Kami berharap pengusaha jasa boga dan pelaku kuliner di Banten seluruhnya tersertifikasi serta mendapatkan pelatihan. Dengan begitu, makanan yang disajikan benar-benar terjaga kesehatan, rasa, pelayanan, dan keamanan pangannya,” ujar Tashya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *