banner 728x250

Cegah Stunting hingga Perkawinan Usia Anak, Bangga Kencana Perkuat Peran Keluarga

Sosialisasi Bangga Kencana di Jakarta Selatan membahas layanan KB, pencegahan stunting dan perkawinan usia anak, serta penguatan fungsi keluarga

Kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Gedung Limkos, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, membahas pembangunan keluarga dan tantangan kependudukan. Foto: Istimewa
Kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Gedung Limkos, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, membahas pembangunan keluarga dan tantangan kependudukan. Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, BERANDAPERISTIWA.COM – Keluarga memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Mulai dari pemenuhan gizi anak, pencegahan stunting, perencanaan keluarga, hingga pola pengasuhan, berbagai aspek tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Pentingnya penguatan keluarga menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Limkos, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026), dengan melibatkan mitra kerja dan masyarakat.

Sosialisasi ini membahas berbagai persoalan kependudukan yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk pelayanan keluarga berencana (KB), kesehatan ibu dan anak, pencegahan perkawinan usia anak, serta peningkatan kualitas hidup lanjut usia.

Dalam sambutan pembukaan, Astrid Khairunisha selaku tuan rumah dari Kecamatan Pesanggrahan menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, mitra kerja, dan peserta yang hadir.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai Program Bangga Kencana sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, S.I.P., menjadi pemateri pada sesi pertama. Ia membahas peran Program Bangga Kencana dalam menghadapi tantangan pembangunan keluarga dan kependudukan.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi pengendalian pertumbuhan penduduk, pemanfaatan bonus demografi, kesehatan ibu dan anak, pencegahan perkawinan usia dini, peran ayah dalam keluarga, penanganan stunting, hingga peningkatan kualitas hidup lanjut usia.

Dalam membangun keluarga berkualitas, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Selain itu, lingkungan yang bersih dan sehat serta pola pengasuhan yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Persoalan stunting dan kesehatan anak karena itu tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan perhatian keluarga terhadap pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, dan pola hidup sehat.

Pembangunan keluarga juga tidak sebatas mengatur jumlah anak. Kualitas pengasuhan, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan seluruh anggota keluarga perlu menjadi perhatian bersama.

Penggerakan Masyarakat Perlu Diperkuat

Materi berikutnya disampaikan Direktur Bina Penggerak Lini Lapangan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, dr. Nurizky Permanajati, M.H.

Ia membahas pentingnya penggerakan masyarakat agar Program Bangga Kencana dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau keluarga yang membutuhkan informasi maupun pendampingan.

Pelaksanaan program membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, kader, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperluas edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, pencegahan perkawinan usia dini, serta penanganan stunting.

Penguatan peran petugas dan kader di lini lapangan juga diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai pembangunan keluarga dan layanan yang tersedia.

Melalui kolaborasi tersebut, edukasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Delapan Fungsi Keluarga Jadi Perhatian

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid, S.E.Ak., M.Si., menyampaikan materi bertema Transformasi Program Bangga Kencana dari Pengendalian Penduduk Menuju Keluarga Berkualitas di Era Indonesia Emas 2045.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti sejumlah tantangan kependudukan di DKI Jakarta, di antaranya angka kelahiran, penuaan penduduk, perkawinan usia anak, serta kebutuhan pelayanan keluarga berencana yang belum terpenuhi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, peningkatan akses dan mutu pelayanan KB perlu disertai edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan perkawinan usia anak. Masyarakat juga perlu memperoleh informasi mengenai layanan KB yang aman dan sesuai kebutuhan.

Selain itu, penguatan delapan fungsi keluarga menjadi salah satu fondasi dalam membangun keluarga berkualitas.

Delapan fungsi tersebut meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.

Penerapan fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga membangun hubungan yang harmonis, memenuhi kebutuhan anggota keluarga, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Keluarga juga memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai positif, membangun kemandirian, dan membekali generasi muda dengan kemampuan menghadapi perubahan sosial.

Bangun Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui sosialisasi Bangga Kencana, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pembangunan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, mitra kerja, hingga lingkungan keluarga.

Sinergi tersebut diperlukan agar edukasi dan pelayanan keluarga berencana dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Upaya pencegahan stunting, perkawinan usia anak, dan berbagai persoalan kependudukan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, serta mampu menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan di Gedung Limkos tersebut ditutup dengan pembagian doorprize melalui pengundian nomor peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *