banner 728x250

Andra Soni Gandeng Yayasan Bhakti Bela Negara, Banten Bidik Jadi Lumbung Pangan Nasional

Kolaborasi Pemprov Banten dan Yayasan Bhakti Bela Negara fokus mengembangkan padi unggul PS-08, memperluas lahan pertanian, serta membangun pusat penggilingan padi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Andra Soni Dorong Banten Jadi Lumbung Pangan Nasional, Padi PS-08 Siap Panen hingga 10 Ton per Hektare
Foto: adpim.dokpim.banten
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten memperkuat langkah menuju swasembada pangan dengan membuka peluang kolaborasi bersama Yayasan Bhakti Bela Negara. Komitmen itu mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (22/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu strategi mendukung ketahanan pangan nasional. Andra Soni menilai sektor pertanian Banten saat ini menunjukkan tren positif yang perlu terus dijaga melalui kerja sama berbagai pihak.

Menurut Andra, salah satu indikator yang memperlihatkan perbaikan kesejahteraan petani adalah meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Banten.

“NTP kita terus tumbuh. NTP Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian juga pertumbuhan sektor pertanian itu tumbuh positif, saya berharap mudah-mudahan ini terus konsisten,” kata Andra Soni.

Ia menegaskan, kenaikan NTP memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya beli petani. Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi yang lebih luas guna memperkuat produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung Banten menjadi salah satu pusat lumbung pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan budidaya padi unggul varietas PS-08 yang saat ini mulai dikembangkan di sejumlah wilayah.

“Saya laporkan kepada Gubernur, mohon dukungannya untuk menjadikan Banten sebagai provinsi pusat lumbung pangan nasional karena kami sudah mulai membuka lahan di Banten dengan bibit padi unggul PS-08,” ujarnya.

Seno menjelaskan, pada Februari 2026 pihaknya berhasil memanen padi di lahan seluas 753 hektare. Sementara pada Agustus mendatang, panen berikutnya ditargetkan berlangsung di area pertanian seluas 1.500 hektare.

Tidak hanya itu, yayasan tersebut menargetkan perluasan lahan pertanian hingga sekitar 50 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan dengan melibatkan petani lokal di berbagai daerah di Banten.

Selain pengembangan budidaya, pihaknya juga berencana memperkuat hilirisasi sektor pertanian melalui pembangunan pusat penggilingan padi di Banten.

“Kedua, saya mau investasi membangun pusat penggilingan padi di Banten, supaya petani-petani di Banten kalau mau menggiling padinya tidak harus keluar dari Banten,” kata Seno.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Nasir mengungkapkan bahwa varietas padi PS-08 menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Saat ini tanaman tersebut memasuki musim tanam ketiga dan dijadwalkan panen pada Agustus mendatang di Kabupaten Pandeglang.

“Ini sudah tanam ketiga. Di Pandeglang sebentar lagi, Agustus nanti akan panen, diharapkan nanti presiden bisa hadir,” ujarnya.

Nasir menambahkan, pengembangan padi PS-08 juga mulai dilakukan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari upaya memperluas area tanam dan meningkatkan produksi pangan daerah.

Menurutnya, varietas PS-08 memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung ketahanan pangan nasional. Selain produktivitasnya yang tinggi, padi tersebut juga memiliki daya tahan terhadap serangan hama dan dikembangkan dengan pendekatan pertanian organik.

“Yang kita lihat memang di sisi produktivitasnya bagus, hampir sampai 10 ton, kemudian tahan hama. Kemudian berbasis organik yang memang mereka kembangkan,” kata Nasir.

Dengan potensi produktivitas mendekati 10 ton per hektare dan dukungan investasi sektor hilir, pengembangan padi PS-08 diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam mewujudkan Banten sebagai pusat produksi pangan nasional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *