banner 728x250

Andra Soni Siapkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung, Lahan Lebih Luas dan Fasilitas Modern Ditargetkan Rampung 2027

Pemprov Banten menyiapkan relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke lahan lebih dari 6.000 meter persegi guna meningkatkan kualitas pendidikan, kapasitas siswa, dan fasilitas belajar.

Andra Soni Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung, Sekolah Baru Lebih Luas Ditargetkan Dibangun 2027
Foto: adpim.dokpim.banten
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Keterbatasan lahan dan fasilitas di SMAN 3 Rangkasbitung menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, memastikan pemerintah akan merelokasi sekolah tersebut ke lokasi yang lebih luas guna meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperbesar daya tampung siswa.

Rencana relokasi itu mencuat setelah Andra Soni meninjau langsung kondisi sekolah yang berada di Jalan Letnan Muharam, Muara Ciujung Baru, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menilai luas lahan sekolah yang hanya sekitar 2.800 meter persegi sudah tidak lagi memadai untuk mendukung kebutuhan pendidikan saat ini.

“Sekolah ini lahannya hanya 2.800 meter persegi, yang kami monitor adalah rencana relokasi. Kita lihat sendiri sangat kecil dan sudah saatnya kita relokasi,” kata Andra Soni.

Relokasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Menurut Andra, relokasi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif. Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan lokasi baru dengan luas lebih dari 6.000 meter persegi yang dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di masa mendatang.

Dengan lahan yang lebih luas, sekolah akan memiliki ruang yang cukup untuk pembangunan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, termasuk ruang kelas, area olahraga, serta sarana pendukung lainnya.

“Lokasi baru di atas 6.000 meter persegi. Target pelaksanaan tahun 2027,” ujarnya.

Andra menjelaskan, sejak pengalihan kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SKh dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi pada 2017, Pemprov Banten terus berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru maupun ruang kelas baru.

Meski demikian, pertumbuhan jumlah lulusan SMP masih lebih cepat dibandingkan kapasitas sekolah menengah yang tersedia. Karena itu, pemerintah terus mencari berbagai solusi agar akses pendidikan semakin terbuka.

“Maka satu alternatifnya adalah Program Sekolah Gratis,” ujar Andra.

Sekolah Hadapi Keterbatasan Fasilitas

Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, mengungkapkan keterbatasan lahan membuat sekolah tidak memiliki lapangan sendiri untuk mendukung aktivitas siswa. Akibatnya, berbagai kegiatan harus memanfaatkan fasilitas umum di sekitar sekolah.

“Dalam beberapa kegiatan, kami memanfaatkan Alun-alun Rangkasbitung dan Museum Multatuli,” kata Reri.

Selain minimnya ruang terbuka, sekolah juga menghadapi persoalan banjir saat musim hujan. Menurutnya, air kerap masuk ke lingkungan sekolah akibat saluran drainase yang tertutup setelah peninggian badan jalan di sekitar kawasan tersebut.

“Kalau hujan halaman sekolah banjir. Air masuk ke sekolah karena saluran air tertutup akibat jalan yang ditinggikan,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Reri menyebut semangat belajar para siswa tetap tinggi. Bahkan banyak siswa yang memilih menghabiskan waktu libur dengan mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.

“Siswa kami aktif dan betah di sekolah. Bahkan saat hari libur, izin mengadakan kegiatan di sekolah. Asal mendapat izin dari orang tua kami izinkan,” ujarnya.

Lokasi Baru Dinilai Lebih Strategis

Reri berharap relokasi segera terealisasi agar seluruh kebutuhan siswa dapat terakomodasi dalam satu kawasan pendidikan yang memadai. Dengan demikian, siswa tidak perlu lagi keluar sekolah untuk melaksanakan berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Tempat baru itu jaraknya hampir dua kilometer dari sini di dekat Kantor Samsat Rangkasbitung di kawasan Ona,” katanya.

Ia menilai lokasi baru tersebut memiliki akses yang mudah dijangkau masyarakat dan berpotensi memperluas cakupan layanan pendidikan di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.

SPMB Tetap Bebas Titipan

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 3 Rangkasbitung membuka delapan rombongan belajar (rombel) untuk kelas X dengan kapasitas 36 siswa per kelas.

Reri juga mengungkapkan bahwa selama proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih terdapat pihak-pihak yang mencoba menitipkan calon siswa agar dapat diterima di sekolah tersebut. Namun, panitia tetap berpegang pada aturan dan instruksi gubernur untuk menolak segala bentuk intervensi.

“Kami tidak takut. Kami tidak mau memakai jalur-jalur, kalau sudah titip-nitip bisa diserang kita. Alhamdulillah, tahun ke tahun aman,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan integritas pelaksanaan SPMB di Provinsi Banten, sekaligus memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *