berandaPeristiwa,- Wabah hantavirus langka mengguncang kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar melintasi Samudra Atlantik. Sedikitnya tiga penumpang meninggal dunia dan sejumlah lainnya jatuh sakit dalam insiden yang kini memicu kewaspadaan internasional.
Otoritas kesehatan dari berbagai negara mulai melacak penumpang yang sempat turun dari kapal serta orang-orang yang diduga melakukan kontak dengan mereka. Kapal berbendera Belanda itu saat ini masih membawa lebih dari 140 penumpang dan awak menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Virus yang diduga menyebar dalam wabah tersebut adalah varian Andes, jenis hantavirus langka yang diyakini dapat menular antarmanusia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah karena virus itu tidak mudah menyebar.
Berawal dari Penumpang Belanda
Pelayaran MV Hondius dimulai dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Kapal kemudian berlayar menuju Antartika dan sejumlah pulau terpencil di Atlantik Selatan.
Kasus pertama muncul pada 6 April ketika seorang pria Belanda berusia 70 tahun mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan. Menurut WHO, pria tersebut bersama istrinya sempat melakukan wisata pengamatan burung di Argentina, Chili, dan Uruguay sebelum naik kapal.
Kondisinya memburuk beberapa hari kemudian. Pada 11 April, pria itu meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan berat.
“Pasangan tersebut diketahui mengunjungi habitat tikus pembawa virus Andes,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Jenazah korban tetap berada di kapal hingga akhirnya diturunkan di St. Helena pada 24 April. Istri korban ikut turun bersama lebih dari 24 penumpang lainnya tanpa mengetahui adanya wabah di kapal.
Penumpang Mulai Berguguran
Sehari setelah meninggalkan kapal, wanita Belanda itu jatuh sakit dan terbang menuju Afrika Selatan menggunakan penerbangan komersial yang membawa 88 penumpang dan awak.
Pada 26 April, ia meninggal dunia setelah pingsan di bandara saat hendak melanjutkan perjalanan pulang.
Wabah terus meluas di atas kapal. Seorang pria Inggris mengalami demam tinggi, sesak napas, dan gejala pneumonia pada 27 April. Tim medis kemudian mengevakuasinya ke Afrika Selatan untuk menjalani perawatan intensif.
Kasus berikutnya menimpa seorang wanita asal Jerman yang jatuh sakit saat kapal menuju Cape Verde. Ia meninggal dunia pada 2 Mei dan menjadi korban ketiga dalam wabah tersebut.
Pada hari yang sama, hasil laboratorium dari Afrika Selatan memastikan pria Inggris tersebut positif hantavirus. Itu menjadi konfirmasi pertama wabah di MV Hondius.
WHO kemudian resmi menetapkan kejadian itu sebagai wabah hantavirus pada 4 Mei setelah hasil tes anumerta terhadap wanita Belanda juga menunjukkan positif.
Negara-Negara Mulai Lacak Penumpang
Situasi di kapal sempat memanas ketika otoritas Cape Verde menolak permintaan evakuasi tambahan dan melarang penumpang turun dari kapal.
Dua awak kapal, termasuk dokter kapal, dilaporkan mengalami sakit parah. Pada 6 Mei, mereka akhirnya dievakuasi ke rumah sakit khusus di Eropa.
Sementara itu, Swiss mengonfirmasi satu kasus positif hantavirus pada penumpang yang sebelumnya turun di St. Helena. Dengan tambahan kasus tersebut, jumlah pasien positif mencapai lima orang.
Otoritas kesehatan di Swiss, Inggris, Belanda, Prancis, Singapura, dan Afrika Selatan kini mulai mengisolasi penumpang serta menelusuri kontak erat mereka.
“Hampir sepertiga kasus hantavirus tahun lalu berujung fatal,” tulis Kementerian Kesehatan Argentina dalam laporan terbarunya.
WHO menyatakan tengah bekerja sama dengan pemerintah Argentina untuk menelusuri sumber wabah. Negara itu menjadi fokus penyelidikan karena virus Andes memang banyak ditemukan di wilayah Argentina dan Chili.
Selain itu, WHO juga mengatur distribusi 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara guna mempercepat deteksi kasus baru.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus liar. Pada kasus tertentu, varian Andes diduga mampu menyebar dari manusia ke manusia.
Virus ini dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus, penyakit serius yang menyerang sistem pernapasan dan sering kali berakibat fatal.
Gejala umumnya meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Pneumonia berat
WHO menyebut gejala dapat muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan virus.

















