banner 728x250

Gubernur Andra Soni Percepat PSEL Banten, Sampah Disulap Jadi Energi Ramah Lingkungan

Pemprov Banten mempercepat pembangunan PSEL di Tangerang Raya dan Serang Raya untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan berbasis teknologi Jepang.

Gubernur Andra Soni Dorong PSEL Banten, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan
Gubernur Andra Soni Dorong PSEL Banten, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan (Foto: adpim.dokpim.banten)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Komitmen itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan rombongan praktisi pengolahan sampah dari PT Solusindo Sampah Energi di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).

“Provinsi Banten mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat untuk PSEL Tangerang Raya dan Serang Raya,” kata Andra.

Menurut Andra, volume sampah di wilayah Tangerang Raya terus meningkat sehingga pemerintah perlu menyesuaikan rencana pembangunan fasilitas PSEL. Pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan fasilitas tambahan di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Karena pertimbangan ke depan, Kabupaten Tangerang juga ingin punya PSEL sendiri,” ujarnya.

PSEL Serang Raya Libatkan Tiga Daerah

Pemprov Banten menyiapkan proyek PSEL Serang Raya untuk melayani Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sementara itu, Kabupaten Lebak dan Pandeglang masih belum memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.

Andra menegaskan pemerintah provinsi tidak mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemerintah kabupaten dan kota memegang penuh pengelolaan sampah karena memiliki kewenangan menarik retribusi.

“Pengelolaan dan pengolahan sampah ada di kabupaten dan kota karena mereka yang bisa menarik retribusi sampah,” jelasnya.

Teknologi Jepang Jadi Andalan Pengolahan Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengatakan PT Solusindo Sampah Energi datang untuk mempresentasikan teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap.

“Perusahaan itu sudah melakukan kajian di Kawasan Industri Petrokimia Kota Cilegon,” kata Wawan.

Menurut dia, proyek tersebut kini tinggal menunggu kepastian kerja sama dengan perusahaan pengguna energi uap hasil pengolahan sampah.

“Tinggal komitmen perusahaan dengan calon pembeli atau pemakai offtaker uap yang dihasilkan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi, Mahathir menjelaskan pihaknya menggunakan teknologi asal Jepang bernama Kanadevia. Teknologi itu sudah beroperasi di Jepang, India, Singapura, dan Uni Emirat Arab.

“Teknologi ini tidak perlu pemilahan,” ungkap Mahathir.

Ia menyebut teknologi tersebut mampu menekan biaya operasional karena tidak membutuhkan lahan penyimpanan sampah yang luas. Sistem itu juga menghasilkan residu dalam jumlah minim.

“Asap pembakaran bisa ditangkap untuk diolah menjadi gas metan atau bahan bakar dari plastik,” jelasnya.

Teknologi Dinilai Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, Minoru Fujii memaparkan efisiensi teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap. Ia menyebut teknologi itu mampu menekan biaya energi dibanding gas bumi dan batu bara sekaligus mendukung pengurangan emisi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *