banner 728x250

HIPMI Banten Didorong Cetak Pengusaha Muda, Agribisnis Digital Jadi Peluang Baru

Pemprov Banten mendorong HIPMI melahirkan pengusaha muda baru sekaligus memperkuat sektor agribisnis digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

HIPMI Banten Didorong Cetak Pengusaha Muda, Agribisnis Digital Jadi Peluang Besar
emprov Banten mendorong HIPMI melahirkan pengusaha muda baru sekaligus memperkuat sektor agribisnis digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto: bantenprov.go.id)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menjadi pusat lahirnya wirausaha muda yang mampu memperkuat ekonomi daerah. Organisasi pengusaha muda itu dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Banten.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Iwan Hermawan, saat mewakili Wakil Gubernur Banten dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah, serta Forum Bisnis Daerah HIPMI Banten di Horison Ultima Ratu, Jumat (8/5/2026).

Iwan meminta HIPMI tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga motor penggerak kewirausahaan muda di Banten.

“Melalui Rakerda dan kegiatan ini, saya berharap lahir program-program dari HIPMI Provinsi Banten yang berdampak serta membuka peluang-peluang kerja sama yang produktif dan berkelanjutan,” kata Iwan.

Ia juga mengajak seluruh pengusaha muda untuk membangun Banten dengan semangat inovasi dan optimisme.

“Mari bersama-sama kita membangun Banten dengan semangat kewirausahaan dan optimisme,” ujarnya.

Ekonomi Banten Tumbuh Positif pada Awal 2026

Dalam forum tersebut, Iwan memaparkan perkembangan ekonomi Banten pada awal 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,64 persen pada Triwulan I 2026.

Pertumbuhan tertinggi datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 17,88 persen dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp17,59 triliun.

Sementara itu, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 3,69 persen dengan kontribusi PDRB mencapai Rp74,20 triliun.

Menurut Iwan, data tersebut menunjukkan bahwa sektor primer masih memegang peranan penting meski arus industrialisasi dan digitalisasi terus berkembang.

“Ini menegaskan bahwa di tengah arus industrialisasi dan digitalisasi, sektor primer tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Banten,” ungkapnya.

Regenerasi Petani Muda Masih Jadi Tantangan

Iwan juga menyoroti rendahnya jumlah petani milenial di Banten. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian, jumlah petani muda baru mencapai 46.561 orang atau sekitar 7,64 persen dari total petani di daerah tersebut.

Ia menilai kondisi itu perlu menjadi perhatian serius karena sektor pertanian membutuhkan regenerasi agar tetap produktif dan berdaya saing.

“Artinya, regenerasi di sektor pertanian masih sangat terbatas. Karena itu, saya berharap HIPMI Banten terus menumbuhkan minat wirausaha muda di bidang agribisnis,” jelasnya.

Agribisnis Digital Dinilai Jadi Peluang Besar Anak Muda

Iwan menilai sektor agribisnis memiliki peluang besar untuk dikembangkan generasi muda Banten. Menurutnya, anak muda bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis pertanian modern atau smart farming.

Ia menyebut peluang itu terbuka mulai dari produksi, pengolahan hasil pertanian, distribusi, hingga pemasaran digital.

“Membangun rantai pasok pangan yang efisien, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *