banner 728x250

Gubernur Andra Soni Gaungkan Gerakan Banten ASRI, Ajak Warga Peduli Sampah dan Jaga Sumber Air

Gerakan korve rutin kini digelar setiap Rabu, Pemprov Banten dorong budaya pilah sampah dan percepatan proyek PSEL Serang Raya.

Gubernur Andra Soni Ajak Warga Peduli Sampah Lewat Gerakan Banten ASRI
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Andra Soni mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah dan kebersihan lingkungan melalui Gerakan Banten ASRI. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Kegiatan korve Gerakan Banten ASRI digelar di kawasan Tamansari, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Rabu (13/5/2026). Agenda itu sekaligus diperingati bertepatan dengan momentum Hari Air Sedunia.

“Alhamdulillah, hari ini bersama Pemkot Serang dalam kegiatan rutin korve Banten ASRI setiap hari Rabu. Namun hari ini lebih spesial karena sekaligus dalam rangka Hari Air Sedunia,” kata Andra Soni.

Ia menegaskan air memiliki peran penting bagi kehidupan sehingga masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, termasuk sungai dan saluran air dari tumpukan sampah.

“Air merupakan sumber kehidupan. Harus kita jaga,” ujarnya.

Menurut Andra, Gerakan Banten ASRI merupakan tindak lanjut dari Gerakan Indonesia ASRI yang kini rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Sebelumnya, kegiatan tersebut digelar setiap Jumat, namun jadwal diubah karena aparatur sipil negara menerapkan work from home (WFH) pada hari tersebut.

Andra meminta gerakan gotong royong menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia menilai budaya gotong royong harus terus diperkuat agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.

“Gerakan ASRI ini jangan dihentikan. Jiwa masyarakat Indonesia adalah gotong royong, mari kita bersama-sama untuk membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Andra juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Pemerintah Kota Serang, dan Pemerintah Kota Cilegon telah menandatangani Perjanjian Kesepakatan Bersama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan penanganan sampah sekaligus mendukung program Indonesia ASRI.

Meski begitu, Andra menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Menurut dia, pemilahan sampah dari hulu akan memudahkan proses pengolahan di fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah.

“Namun, sebelumnya kita harus membiasakan diri memilah sampah dari rumah tangga sampai hulu. Sehingga memudahkan proses di pembangkit listrik tenaga sampah,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan korve berikutnya dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar, instansi vertikal, hingga kelompok masyarakat agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh secara kolektif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Arlan, kegiatan korve diikuti sekitar 1.100 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kabupaten Serang, BUMD, unsur TNI-Polri, hingga masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *