berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya sebagai langkah konkret mengatasi persoalan sampah perkotaan. Gubernur Andra Soni menandatangani kesepakatan bersama pembangunan proyek tersebut dengan Danantara di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Kesepakatan itu menjadi bagian dari program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan sampah nasional melalui teknologi energi terbarukan.
“Alhamdulillah, hari ini menandatangani kesepakatan bersama dengan Danantara untuk pembangunan PSEL di masing-masing wilayah,” kata Andra Soni.
PSEL Serang Raya Ditargetkan Cepat Beroperasi
Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi Banten siap menjalankan seluruh tahapan pembangunan agar proyek PSEL Serang Raya segera berjalan. Ia menilai proyek tersebut dapat memberi dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.
“Tepat waktu dan segera bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andra.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah akan mengikuti seluruh arahan teknis dan administrasi agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Kami akan mengikuti arahan tahapan untuk terlaksananya pembangunan PSEL ini,” katanya.
PSEL Serang Raya rencananya berdiri di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang. Fasilitas itu nantinya mengolah sampah menjadi energi listrik dengan teknologi ramah lingkungan.
Pemerintah Targetkan Penanganan Sampah Modern
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah mempercepat pembangunan PSEL berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Menurut Zulhas, pemerintah memprioritaskan daerah dengan kondisi darurat sampah, terutama wilayah yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
“Darurat itu antara lain, di atas 1.000 ton seperti Bantargebang dan lain-lain,” ujarnya.
Ia menekankan teknologi PSEL harus mampu menghasilkan energi bersih tanpa mencemari lingkungan.
“Itu yang harus dipercepat menjadi energi yang bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” kata Zulhas.
Tujuh Wilayah Masuk Tahap Awal Proyek PSEL
Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota di Indonesia. Pada tahap awal, proyek akan berjalan di tujuh wilayah, yakni Serang Raya, Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Bogor Raya 2, Medan Raya, dan Lampung Raya.
Zulkifli Hasan mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan Danantara dalam mempercepat realisasi program nasional tersebut.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan Danantara untuk membuat Indonesia ASRI,” tuturnya.

















