Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok Dimulai
berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten optimistis investasi industri baja dari Provinsi Hebei, Tiongkok, bakal mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat industrialisasi nasional. Kota Cilegon pun dipersiapkan menjadi pusat pengembangan industri baja modern berskala internasional.
Optimisme itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni setelah menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan delegasi investor asal Provinsi Hebei di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Delegasi Tiongkok dipimpin Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin bersama Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui serta sejumlah pelaku industri baja terbesar dari negeri tersebut.
Andra Soni menilai kerja sama itu membuka peluang besar bagi Banten untuk memperkuat posisinya sebagai kawasan industri strategis nasional.
“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra Soni.
Cilegon Punya Keunggulan Infrastruktur Industri
Andra menjelaskan, Cilegon memiliki kekuatan besar untuk menarik investasi global. Selain menjadi rumah bagi Krakatau Steel, kota industri tersebut juga mempunyai pelabuhan internasional dengan kedalaman alami mencapai 21 meter.
Menurut dia, kondisi itu memudahkan distribusi bahan baku dan hasil produksi industri baja dalam skala besar. Infrastruktur tersebut juga mendukung pengembangan hilirisasi industri yang selama ini menjadi fokus pemerintah pusat.
“Banten memiliki potensi besar untuk pengembangan industri baja terintegrasi. Infrastruktur dan kawasan industrinya sangat mendukung,” katanya.
Pemerintah Provinsi Banten berharap investasi baru itu mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri.
Krakatau Steel Siapkan 2.000 Hektare Lahan
Presiden Direktur Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan mengatakan perusahaan telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus untuk mendukung masuknya investasi baru.
Akbar menyebut perusahaan baja asal Tiongkok nantinya diharapkan membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia. Krakatau Steel juga siap memasok bahan baku guna memperkuat rantai industri baja nasional.
“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Akbar.
Ia menegaskan langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja jadi yang selama ini masih cukup tinggi.
Hebei Tawarkan Teknologi Ramah Lingkungan
Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin mengatakan wilayahnya merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di Tiongkok. Saat ini, industri baja di Hebei berkembang dengan dukungan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Menurut Zhao, Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang. Karena itu, investor Tiongkok mulai melirik Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.
Selain memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, kerja sama tersebut juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kualitas tenaga kerja industri nasional.
“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” kata Zhao Chenxin.

















