banner 728x250

Tegas Berantas Titip Siswa, Andra Soni Dorong SPMB Ramah dan Perluas Sekolah Gratis di Banten

Andra Soni mengajak seluruh pihak menjaga integritas SPMB 2026-2027, menghentikan praktik titip siswa, serta memperluas Program Sekolah Gratis untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Banten.

SPMB Banten 2026-2027: Andra Soni Tegaskan Larangan Titip Siswa, Sekolah Gratis Diperluas
Foto: adpim.dokpim.banten
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026-2027. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan proses penerimaan siswa yang adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.

Ajakan itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (3/6/2026).

Menurut Andra, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar, tetapi juga oleh tata kelola penerimaan peserta didik yang bersih dan akuntabel.

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, termasuk dalam proses penerimaan peserta didik baru,” tegas Andra Soni.

Komitmen Hentikan Titip Siswa dan Pungli

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik titip-menitip siswa, pungutan liar, manipulasi data, serta penyalahgunaan kewenangan yang kerap mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.

Ia menilai keberhasilan SPMB Ramah tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen semua pihak untuk menjaga integritas selama proses penerimaan berlangsung.

SPMB Ramah, kata Andra, harus menjadi instrumen yang menjamin setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi maupun perlakuan istimewa.

Daya Tampung Negeri Terbatas, Sekolah Gratis Jadi Solusi

Andra Soni mengakui minat masyarakat untuk masuk SMA dan SMK Negeri terus meningkat setiap tahun. Namun, kapasitas sekolah negeri belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat Program Sekolah Gratis sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.

“Untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan beban masyarakat, Pemerintah Provinsi Banten terus menggulirkan Program Sekolah Gratis. Termasuk perluasan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mendukung pemerataan pendidikan di Banten. Kehadiran sekolah swasta membantu pemerintah menyediakan ruang belajar yang lebih luas bagi para siswa.

“Ini bukan bantuan sosial. Ini upaya kita untuk membantu keluarga bangkit dari kemiskinan,” kata Andra.

Program Sekolah Gratis Jangkau Puluhan Ribu Siswa

Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Program tersebut menjangkau 60.705 siswa dari jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta.

Pemerintah Provinsi Banten juga berencana memperluas cakupan program tersebut pada tahun ajaran mendatang.

“Pada tahun ajaran 2026-2027 akan diperluas ke Madrasah Aliyah swasta dengan kuota sepuluh ribu siswa untuk semua jenjang,” ungkap Andra Soni.

Langkah itu diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan pendidikan bagi siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri.

Ombudsman Dukung Penuh Kebijakan Pemprov Banten

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, menyampaikan apresiasi terhadap Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten. Menurutnya, program tersebut memperkuat akses pendidikan dan mendorong peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.

“Ombudsman datang untuk bersama-sama mendukung program Gubernur Banten,” ujar Fikri.

Ia menilai kebijakan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Pendaftar SPMB Capai 100 Ribu Siswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap SPMB Tahun Ajaran 2026-2027 sangat tinggi. Hingga menjelang penutupan pra-pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar telah melampaui 100 ribu siswa.

“Besok (Kamis, 4 Juni 2026) hari terakhir Pra SPMB Tahun Ajaran 2026/2027,” katanya.

Jamaluddin menjelaskan, SMA Negeri di Banten memiliki daya tampung sekitar 48.003 siswa. Sementara itu, SMK Negeri menyediakan kuota sekitar 34.699 siswa. Secara keseluruhan, sekolah negeri di Banten mampu menampung 82.703 siswa yang tersebar di 272 sekolah.

“Yang daftar kurang lebih sudah 100 ribu lebih. Daya tampung SMA negeri kurang lebih 48.003 siswa. Sedangkan daya tampung SMK negeri kurang lebih 34.699 siswa. Total daya tampung se-Provinsi Banten 82.703 dari 272 sekolah,” jelasnya.

Bagi peserta didik yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri, pemerintah mengarahkan mereka untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta mitra Program Sekolah Gratis maupun Madrasah Aliyah swasta yang mulai masuk dalam program pada tahun ajaran 2026-2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *