banner 728x250

Spektakuler! Ujung Kulon Tawarkan Surga Wisata Dunia, Banten Ajak Wisatawan Jelajahi Keindahan Alamnya

Kepala Dinas Pariwisata Banten bersama mitra pariwisata menjelajahi Pulau Peucang, Handeuleum, hingga Panaitan untuk mempromosikan pesona Taman Nasional Ujung Kulon sebagai destinasi ekowisata kelas dunia.

Pantai Pulau Peucang Ujung Kulon
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Provinsi Banten terus memperkuat promosi sektor pariwisata melalui kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kawasan konservasi yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO itu menyimpan beragam destinasi eksotis yang menawarkan pengalaman wisata alam kelas dunia.

Sejumlah lokasi unggulan seperti Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, Karang Copong hingga Pulau Bocaan menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, satwa liar, dan petualangan di kawasan konservasi terbaik di Indonesia.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti bersama mitra pariwisata melakukan eksplorasi langsung ke sejumlah destinasi unggulan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Menurut Eli, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata Banten sebagai destinasi ekowisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti saat berada di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang.

Menyusuri Mangrove dan Satwa Liar di Pulau Handeuleum

Perjalanan eksplorasi dimulai dari Pulau Handeuleum. Pulau ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang tenang dan masih alami.

Di kawasan tersebut, rombongan menjelajahi hutan mangrove melalui jalur tracking sekaligus mengamati berbagai satwa liar yang hidup di habitat aslinya.

“Pulau Handeuleum kami melihat kawasan mangrove yang indah, menikmati wisata tracking, serta menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujar Eli.

Menikmati Sunrise dan Sunset Memukau di Pulau Panaitan

Setelah menjelajahi Pulau Handeuleum, perjalanan berlanjut menuju Pulau Panaitan. Rombongan menghabiskan satu malam di pulau tersebut untuk mengeksplorasi berbagai daya tarik wisata yang dimilikinya.

Selain menikmati panorama alam, mereka juga melakukan aktivitas snorkeling di perairan yang jernih dan menikmati pemandangan matahari terbit maupun terbenam yang memukau.

“Kemudian berlanjut ke Pulau Panaitan. Di sana untuk mengeksplorasi keindahannya. Kami juga sempat melakukan snorkling serta menikmati panorama sunrise dan sunset yang sangat memukau,” ungkapnya.

Pulau Peucang hingga Karang Copong Jadi Destinasi Favorit

Eksplorasi kemudian berlanjut ke Pulau Peucang yang terkenal dengan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta keberadaan berbagai satwa liar yang dapat diamati secara langsung.

Rombongan juga mengunjungi Karang Copong yang menawarkan panorama tebing karang eksotis menghadap langsung ke Samudra Hindia. Selain itu, Pulau Bocaan turut menjadi destinasi yang menyuguhkan suasana alami dan masih terjaga keasriannya.

Eli berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Taman Nasional Ujung Kulon seluruh alamnya sangat indah dan layak dikunjungi. Datanglah ke Banten, namun dengan catatan bahwa alam Banten yang indah ini harus kita jaga bersama dan jangan sampai dicemari,” tegasnya.

Wisatawan Akui Keindahan Ujung Kulon Melebihi Ekspektasi

Keindahan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon juga mendapat apresiasi dari wisatawan. Dinda, wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Pulau Peucang bersama kerabatnya.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Peucang. Seru dan keren banget. Saat sampai di sini ternyata pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” kata Dinda.

Menurutnya, pengalaman berlibur di kawasan Ujung Kulon memberikan kesan mendalam dan membuatnya ingin kembali berkunjung.

“Lokasinya ternyata sebagus yang ada di media sosial, bahkan lebih indah. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Sebagai informasi, Taman Nasional Ujung Kulon berada di ujung barat Pulau Jawa dan menjadi habitat terakhir badak jawa bercula satu yang tersisa di dunia. Kawasan konservasi ini juga memiliki kekayaan biodiversitas tinggi, hutan hujan tropis yang masih alami, pantai-pantai eksotis, serta gugusan pulau cantik yang menjadi kebanggaan pariwisata Provinsi Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *