banner 728x250

Andra Soni Gandeng Kementerian P2MI, Banten Perkuat Pelindungan dan Kompetensi Pekerja Migran

Pemprov Banten dan Kementerian P2MI membangun kolaborasi strategis untuk meningkatkan kompetensi serta pelindungan pekerja migran melalui dukungan industri dan perguruan tinggi.

Andra Soni dan Kementerian P2MI Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Banten, Siapkan Tenaga Kerja Global
Foto: bantenprov.go.id
banner 120x600
banner 468x60

Bangun Ekosistem Terintegrasi untuk Pekerja Migran

berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan pelindungan pekerja migran Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Banten Andra Soni dan Menteri P2MI Mukhtarudin di Gedung Kementerian P2MI/BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pekerja migran yang terintegrasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia industri, dan perguruan tinggi akan berkolaborasi untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan terlindungi saat bekerja di luar negeri.

Selain Pemprov Banten, Kementerian P2MI juga menjalin kemitraan dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut.

Buka Peluang Kerja Global bagi Warga Banten

Gubernur Banten Andra Soni menilai kerja sama ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Banten untuk bekerja di luar negeri secara aman dan profesional.

Menurutnya, Banten memiliki potensi besar sebagai daerah asal pekerja migran. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendukung penuh program yang digagas pemerintah pusat tersebut.

“MoU ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan bagi warga kita untuk berkembang serta berkarya di luar negeri dengan tetap mendapatkan pelindungan dari Pemerintah Republik Indonesia,” kata Andra Soni.

Ia memastikan Pemprov Banten akan menjalankan seluruh program yang telah disepakati secara optimal.

“Kami sangat antusias dan siap menjalankan program ini dengan sungguh-sungguh. Kami akan serius mendukung pemerintah pusat dalam mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati,” ujarnya.

Fokus pada Pelatihan dan Peningkatan Keterampilan

Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dirancang untuk memperkuat pelindungan pekerja migran sejak tahap persiapan hingga penempatan kerja.

Program yang akan dijalankan mencakup pelatihan, peningkatan kapasitas, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan tenaga kerja secara profesional sesuai kebutuhan pasar global.

“Ini kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, alumni perguruan tinggi, dan sektor industri. Bagian dari implementasi arahan Bapak Presiden Prabowo dalam memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia dari hulu sampai hilir,” ujar Mukhtarudin.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini memprioritaskan peningkatan kualitas pekerja migran agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara.

“Sesuai arahan presiden, kita memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki pasar kerja global, khususnya sebagai skilled worker di sektor formal,” paparnya.

Untirta dan Krakatau Steel Siap Berkontribusi

Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Untirta, Lamhot Sinaga, menyatakan organisasinya siap mendukung program tersebut melalui jaringan alumni, tenaga pengajar, fasilitas pendidikan, dan sumber daya akademik yang dimiliki universitas.

Menurut Lamhot, keberhasilan program pekerja migran membutuhkan ekosistem yang menyeluruh mulai dari pembinaan, persiapan keberangkatan, penempatan kerja, hingga pendampingan setelah kembali ke Indonesia.

“Esensi program ini adalah membangun ekosistem pekerja migran yang utuh, mulai dari pembinaan, persiapan keberangkatan, penempatan, hingga pelindungan saat kembali ke tanah air,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari PT Krakatau Steel. Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengatakan perusahaan siap menyediakan fasilitas pelatihan dan peningkatan keterampilan untuk calon pekerja migran Indonesia.

“Kami ingin pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang kuat, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan mampu bersaing secara profesional di tingkat global,” kata Akbar.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan pekerja migran Indonesia yang lebih kompeten, terlindungi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *