banner 728x250

Wagub Banten Tegaskan Mangrove Jadi Solusi Abrasi dan Penyerap Karbon di Cilegon

Gerakan penanaman 1.000 mangrove di Cilegon dorong perlindungan pesisir, tekan abrasi, dan dukung pengurangan emisi karbon melalui kolaborasi pemerintah dan aparat kepolisian.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menanam pohon mangrove di kawasan industri Krakatau Chandra Energi, Cilegon, dalam kegiatan pelestarian lingkungan pesisir dan pengurangan abrasi.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menanam mangrove dalam kegiatan Penanaman 1.000 Mangrove di kawasan industri Krakatau Chandra Energi, Cilegon, sebagai upaya menjaga kelestarian pesisir dan mengurangi dampak abrasi serta emisi karbon. (Sumber: bantenprov.go.id)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten menguatkan komitmen pelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan Krakatau Chandra Energi, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini sekaligus mendukung gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, hadir langsung dan menegaskan pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Ia menilai masyarakat dan pemerintah harus memperkuat aksi nyata untuk melindungi wilayah pantai dari kerusakan lingkungan.

“Manfaat mangrove besar sekali, bisa menahan abrasi, bisa menahan air,” ucap Dimyati.


MANGROVE JADI PENAHAN ABRASI DAN PENYERAP KARBON

Dimyati menjelaskan bahwa mangrove tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Ia menyoroti kemampuan mangrove dalam menyerap karbon yang sangat penting bagi wilayah industri seperti Cilegon.

Ia menambahkan, kondisi Kota Cilegon membutuhkan solusi lingkungan yang efektif untuk menekan polusi udara.

“Untuk Kota Cilegon sangat bagus untuk menyerap karbon di udara,” ucapnya.

Pemprov Banten mendorong berbagai pihak untuk terus memperluas gerakan penghijauan, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan tekanan industri.


POLDA BANTEN DUKUNG GERAKAN INDONESIA ASRI

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Kabupaten Bogor. Arahan tersebut menekankan pentingnya gerakan Indonesia ASRI sebagai upaya menjaga lingkungan nasional.

“Gerakan Indonesia ASRI harus kita dukung,” kata Hengki.

Ia juga menjelaskan bahwa kepolisian bersama berbagai pihak telah melaksanakan penanaman pohon di sejumlah lokasi seperti Situ Arum, Tegal Maja, dan Cisaat. Menariknya, kegiatan tersebut berjalan tanpa dukungan APBN maupun APBD, melainkan melalui partisipasi para dermawan.


POLRI DAN PEMKAB CILEGON GERAKKAN KONSERVASI PESISIR

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan bahwa Polri ikut aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyebut kegiatan penanaman mangrove ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap ekosistem pesisir.

“Kita peduli pada pelestarian pesisir. Luasan tanam mencapai satu hektar di Krakatau Chandra Energi. Semoga pohon mangrove yang kita tanam hari ini bisa tumbuh besar dan memberikan manfaat,” ujarnya.


KOLABORASI UNTUK MASA DEPAN LINGKUNGAN

Kegiatan ini memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan sektor industri dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Banten. Aksi penanaman mangrove juga menjadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pesisir sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim di wilayah industri seperti Cilegon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *