banner 728x250

Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Bergengsi Pendidikan Inklusif, Program Sekolah Gratis Jadi Sorotan Nasional

Program Sekolah Gratis Perluas Akses Pendidikan, 60 Ribu Lebih Siswa Jadi Penerima Manfaat di Banten

Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Pendidikan Inklusif, Program Sekolah Gratis Jadi Sorotan Nasional
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Gubernur Banten Andra Soni meraih penghargaan sebagai Penggerak Pendidikan Inklusif dan Kesetaraan Akses Belajar pada ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Gratis.

Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menilai apresiasi ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada kami, Pemprov Banten, terkait dengan pendidikan, pendidikan inklusif,” ungkap Andra Soni.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Banten terus berupaya memperluas akses pendidikan agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan pendidikan yang layak dan bermutu. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya fokus pada perluasan akses, tetapi juga peningkatan kualitas sarana pendidikan.

“Upaya yang kami lakukan adalah membuka ruang seluas-luasnya, membuka akses seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu,” katanya.

Menurut Andra Soni, langkah konkret yang dilakukan Pemprov Banten mencakup pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas, hingga penguatan program sekolah gratis yang kini memasuki angkatan kedua.

“Salah satunya adalah dengan membangun unit sekolah baru, membangun ruang kelas baru, dan juga membuka akses melalui program sekolah gratis yang Insya Allah ini adalah angkatan kedua,” sambungnya.

Tahun ini, Pemprov Banten memperluas cakupan program tersebut dengan melibatkan siswa Madrasah Aliyah (MA) swasta. Sebanyak 10.000 siswa MA swasta tercatat menjadi penerima manfaat tambahan dalam program perluasan tersebut.

Andra Soni berharap implementasi program ini dapat berjalan optimal dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama agar kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

“Harapan semoga program ini berjalan dengan baik. Mohon dukungan kepada masyarakat, kepada media, kepada seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama kita melakukan pengawasan agar tujuan baik ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa penghargaan dari Disway menjadi penguat komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap kebijakan publik dijalankan secara konsisten dan terukur.

“Sekali lagi terima kasih kepada Disway. Maju terus, dan kami akan jadikan ini sebagai bagian dari motivasi bahwa kebijakan yang baik harus dikawal dengan baik, dilaksanakan dengan baik, supaya mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya.

Direktur Operasional Disway, Mashudi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang menunjukkan kerja nyata dan inovasi bagi masyarakat. Ia menilai inovasi tersebut penting untuk mendorong dampak pembangunan yang lebih luas di daerah.

“Sehingga, kita harapkan ke depan akan makin banyak kepala daerah yang punya inovasi, terobosan, dan apa, kerja-kerja yang sangat berdampak bagi masyarakat, khususnya dari daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Sebagai informasi, Program Sekolah Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mulai dijalankan sejak 2025. Program ini menyasar siswa SMA, SMK, dan SKh swasta sebagai upaya memperluas akses pendidikan di Banten.

Hingga tahun ajaran 2025–2026, program tersebut telah dirasakan oleh 60.750 siswa yang tersebar di 801 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten. Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Pada 2026, Pemprov Banten kembali memperluas jangkauan program dengan menyasar Madrasah Aliyah swasta. Kebijakan ini diharapkan semakin membuka kesempatan bagi pelajar untuk mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya, sekaligus memperkuat komitmen pemerataan pendidikan di Provinsi Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *