berandaPeristiwa,- Gubernur Andra Soni optimistis pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Optimisme itu muncul seiring meningkatnya digitalisasi ekonomi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga sektor kreatif.
Dalam pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Jumat (22/5/2026), Andra menyebut ekonomi Banten berhasil tumbuh signifikan dalam dua tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada Tahun 2024 tumbuh 4,79 persen. Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen,” kata Andra Soni.
Ia meyakini capaian tersebut masih bisa meningkat hingga akhir tahun. “Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” lanjutnya.
Menurut Andra, target pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Ia menilai kolaborasi dengan pelaku ekonomi, industri kreatif, hingga UMKM menjadi faktor penting dalam menjaga laju pertumbuhan daerah.
Selain itu, Andra juga mengapresiasi capaian Kota Tangerang Selatan yang dinilai berhasil menjadi daerah dengan transaksi digital terbaik di Pulau Jawa-Bali sepanjang 2025.
“Kalau sudah se-Pulau Jawa-Bali otomatis se-Indonesia. Tapi jangan lupa dikembangkan di daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi Banten dalam tingkat digitalisasi ekonomi nasional juga cukup membanggakan. Saat ini, Provinsi Banten menempati peringkat ketiga nasional dalam capaian digitalisasi ekonomi.
“Ini semua terjadi karena masyarakatnya juga dan upaya-upaya pemerintah daerah masing-masing serta dukungan Pemerintah Pusat melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, menjelaskan Festival Shafara dan Digiwara 2026 kini digabung menjadi satu agenda besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan ekonomi digital.
Menurut Ameriza, Shafara berfokus pada pengembangan ekonomi syariah, sedangkan Digiwara mendorong perluasan transaksi keuangan digital di masyarakat.
“Dengan penggabungan ini akan saling memberikan mutual benefit antara syariah dan digital,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan transaksi digital di sektor syariah terus meningkat. Kondisi itu membuat Banten menjadi salah satu daerah dengan perkembangan ekonomi digital terbaik di Indonesia.
“Bisa dikatakan, Tangsel itu ya juara nasional,” katanya.
Ameriza juga menyoroti daerah-daerah penyangga Jakarta di Banten yang dinilai sangat inovatif dalam memperluas transaksi digital. Meski demikian, ia berharap wilayah selatan seperti Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang ikut terdorong meningkatkan penggunaan transaksi non tunai.
“Dengan adanya Digiwara Award ini, bukan hanya daerah yang berbatasan dengan Jakarta tapi daerah seperti Lebak dan Pandeglang terus termotivasi untuk meningkatkan transaksi digital,” ujarnya.
Dalam Digiwara Award 2026, sejumlah daerah dan lembaga keuangan menerima penghargaan atas capaian transaksi digital. Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon tercatat meraih kategori rasio nominal transaksi KKI tertinggi.
Sementara kategori volume transaksi KKI terbanyak diraih Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon. Adapun penghargaan pengguna KKI terbanyak diberikan kepada Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.
Untuk kategori rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah non tunai tertinggi serta utilisasi pembayaran digital tertinggi, penghargaan diraih Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan.
Sedangkan kategori penyedia jasa pembayaran dengan program pelunasan QRIS terbanyak diberikan kepada Bank Banten dan Bank BJB.

















