Hari Air Sedunia Jadi Momentum Penguatan Kesadaran Publik
berandaPeristiwa,- Gubernur Banten Andra Soni memanfaatkan peringatan Hari Air Sedunia 2026 untuk memperkuat komitmen pengelolaan sumber daya air sekaligus mendorong partisipasi masyarakat melalui pendekatan kreatif. Dalam acara yang berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (9/6/2026), ia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Film Pendek bertema “Water and Gender”.
Kompetisi yang diinisiasi Dinas PUPR Provinsi Banten itu diikuti 80 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Puncak acara juga bertepatan dengan pengukuhan Dewan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Banten periode 2026–2030.
Menurut Andra Soni, karya para peserta mampu menyampaikan pesan penting mengenai pengelolaan air dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Film-film pendek ini bukan sekadar karya seni, tetapi cerminan suara masyarakat,” ujar Andra Soni.
Ia menilai perempuan memiliki peran besar dalam pengelolaan air, terutama di lingkungan keluarga. Karena itu, tema “Water and Gender” dinilai relevan untuk memperluas pemahaman publik tentang pentingnya akses air yang adil dan berkelanjutan.
Tata Kelola Air Terpadu Jadi Prioritas
Dalam kesempatan yang sama, Andra Soni menegaskan bahwa Banten membutuhkan tata kelola sumber daya air yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi ancaman banjir, perubahan fungsi daerah aliran sungai, hingga meningkatnya kebutuhan air akibat pertumbuhan penduduk.
“Provinsi Banten dianugerahi air yang berlimpah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan fungsi kawasan resapan dan daerah aliran sungai ikut meningkatkan risiko banjir, terutama di wilayah Tangerang Raya. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus membangun kolaborasi dan menyatukan data agar kebijakan yang diambil lebih efektif.
“Tantangan utama kita adalah pertumbuhan penduduk dan kebutuhan permukiman,” ujarnya.
Andra juga mengingatkan bahwa persoalan air tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait perlu bergerak dalam satu arah.
“Tidak boleh lagi sektoral, harus bersama-sama,” tegasnya.
Dewan SDA Diminta Langsung Bergerak
Usai pengukuhan, Andra meminta Dewan SDA Provinsi Banten segera menjalankan tugas dengan mengintegrasikan data dari berbagai organisasi perangkat daerah serta melakukan pemetaan kondisi sungai di lapangan.
“Harapan saya ini langsung bekerja,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan sumber air sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurut Andra, posisi Banten sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan air Jakarta membuat upaya pelestarian sumber daya air menjadi semakin strategis.
“Kebutuhan air Jakarta sangat mengandalkan Provinsi Banten,” ujarnya.
Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menilai lomba film pendek menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran publik melalui kreativitas generasi muda.
“Anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penyampai pesan perubahan,” kata Arlan.
Ia berharap karya-karya tersebut mampu mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap konservasi air dari hulu hingga hilir.
Daftar Pemenang Lomba Film Pendek
Pada kategori pelajar dan mahasiswa, film “Sebelum Waktunya” karya SMAN 3 Kota Serang berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati “Sa Tetes” dari SMK PGRI 1 Tangerang, sedangkan juara ketiga diraih “Bukan Sekadar Tetes” karya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Untuk kategori umum, “Nasihat Ibu” karya Sadulur Kreatif meraih juara pertama. Film “Tagihan Bulan Ini” karya ADC Banten menempati posisi kedua, sementara “Perempuan Penjaga Muara” karya The Sukanda Production berhasil meraih juara ketiga.
Panitia melibatkan dewan juri dari kalangan profesional perfilman, komunikasi, dan sumber daya air. Mereka menilai setiap karya berdasarkan kualitas cerita, kreativitas, kekuatan pesan, kesesuaian tema, dan dampak edukasi bagi masyarakat.

















