banner 728x250

Rakyat adalah Bos Kita!” Dimyati Sentil ASN Banten, Tekankan Pelayanan Maksimal

Teguran Wagub Banten jadi alarm keras bagi ASN untuk utamakan pelayanan publik yang cepat dan responsif.

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah
Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah (Foto: adpim.dokpim.banten)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Suasana Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten di KP3B, Curug, Kota Serang, berubah saat Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, melontarkan pertanyaan sederhana namun tajam kepada peserta apel.

“Siapa bos kita?” tanya Dimyati.
“Rakyat,” jawab ASN serempak.

Ia melanjutkan, “Siapa yang bayar kita?”
“Rakyat,” kembali mereka menjawab.

Dialog singkat itu langsung menegaskan posisi ASN sebagai pelayan publik. Dimyati menggunakan momen tersebut untuk menggugah kesadaran birokrasi agar tidak melupakan esensi tugasnya.


Otonomi Daerah Bukan Sekadar Seremoni

Dimyati menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX bukan agenda seremonial. Ia mengajak seluruh ASN memahami makna otonomi sebagai tanggung jawab nyata kepada masyarakat.

“Rakyat adalah bos kita. Kita digaji oleh rakyat. Maka berikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia menuntut setiap ASN bekerja aktif, cepat, dan solutif. Ia juga menyoroti masih adanya pola kerja yang belum optimal, terutama dalam hal produktivitas dan respons terhadap kebutuhan warga.

“Pelayanan kepada rakyat harus menjadi prioritas,” tegasnya.


Dorong Partisipasi dan Kemandirian Daerah

Dimyati mendorong pemerintah daerah melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Ia menilai partisipasi publik mampu memperkuat hasil pembangunan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada pemerintah pusat. Potensi daerah harus dipetakan dan dikembangkan,” katanya.

Menurutnya, langkah ini akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.


Pesan Strategis dari Mendagri

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah mendorong integrasi perencanaan, penguatan reformasi birokrasi berbasis hasil, serta pemanfaatan digitalisasi. Selain itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kemandirian fiskal dan memperluas kolaborasi antarwilayah.

Fokus lain mencakup peningkatan layanan dasar, pengurangan ketimpangan, serta penguatan stabilitas daerah.


Komitmen ASN Banten

Seluruh jajaran pimpinan tinggi dan ASN Pemprov Banten mengikuti upacara tersebut. Mereka menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemerintah diukur dari kepuasan masyarakat yang mereka layani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *