banner 728x250

Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sistem Sinyal Disorot

Benturan keras KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur menewaskan 14 orang. Pakar soroti dugaan pelanggaran sistem keselamatan hingga minta investigasi menyeluruh.

KA Argo Bromo Anggrek, KRL Bekasi Timur
KA Argo Bromo Anggrek, KRL Bekasi Timur (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Kecelakaan fatal terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB di Stasiun Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menghantam bagian belakang KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di jalur.

Benturan tersebut merusak parah gerbong terakhir KRL. Data sementara mencatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Tim medis langsung menangani korban di sejumlah rumah sakit terdekat.

Insiden ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, KRL PLB 5181 relasi Cikarang–Angke menabrak taksi di perlintasan Jalan Ampera, Bekasi. Peristiwa itu mengganggu perjalanan kereta lain dan memaksa KRL 5568A berhenti di Bekasi Timur. Saat menunggu jalur aman, KA Argo Bromo Anggrek justru datang dan menabrak dari belakang.


Jalur Tersibuk Lumpuh Total

Kecelakaan tersebut langsung melumpuhkan lintas Bekasi–Cibitung. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute paling padat di Jabodetabek. Operator harus mengalihkan perjalanan dan menghentikan sementara sejumlah layanan.

Petugas gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban dan material kereta. Proses evakuasi berlangsung hingga larut malam untuk membuka kembali jalur.


Pakar Soroti Dugaan Pelanggaran Sistem

Pengamat transportasi publik, Joni Martinus, menilai insiden ini mengindikasikan masalah serius dalam sistem keselamatan. Ia menjelaskan bahwa sistem perkeretaapian Indonesia menerapkan absolute block system.

“Apabila ada satu rangkaian kereta di dalam satu petak jalan maka sinyal masuk harus berindikasi merah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dua kereta tidak boleh berada dalam satu blok secara bersamaan. “Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya harus didalami KNKT,” kata Joni.


Sejumlah Faktor Penyebab Mengemuka

Joni memaparkan beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan, antara lain:

  • Pelanggaran sinyal merah (signal passed at danger)
  • Gangguan sistem persinyalan
  • Miskomunikasi prosedur perjalanan
  • Gangguan teknis seperti rem
  • Faktor manusia, termasuk konsentrasi masinis

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. “Evaluasi dan perbaikan harus mencakup SDM, prosedur operasional, serta keandalan sarana,” ujarnya.


Pemerintah Turun Tangan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung meninjau lokasi kejadian. Ia menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan tersebut dan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan intensif.

“Kemenhub mendukung langkah investigasi KNKT untuk mendalami penyebab insiden ini,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan hasil investigasi dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *