berandaPeristiwa,- Pemerintah Provinsi Banten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemprov Banten berhasil meraih penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kategori Creative Financing.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, dalam acara yang berlangsung di Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026). Dalam ajang tersebut, Banten menempati posisi terbaik kedua tingkat provinsi untuk kategori Creative Financing.
Atas capaian itu, Pemerintah Provinsi Banten juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar dari Kemendagri sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas daerah dalam mengelola pembiayaan pembangunan.
Usai menerima penghargaan, Gubernur Andra Soni menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai potensi daerah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, malam ini Provinsi Banten mendapat penghargaan Creative Financing. Kami mengucapkan syukur atas apresiasi ini dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencari serta mengembangkan potensi daerah dalam rangka pembiayaan pembangunan,” ujar Andra Soni.
Menurut Andra, penerapan skema pembiayaan kreatif di Banten telah memberikan dampak nyata, terutama dalam sektor pendidikan. Salah satu implementasinya terlihat pada pelaksanaan Program Sekolah Gratis yang menjangkau 801 sekolah swasta dengan total sekitar 60.705 siswa tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta.
Program tersebut juga terus diperluas untuk mendukung pendidikan Madrasah Aliyah. Ia menegaskan keberhasilan program itu tidak lepas dari sinergi pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sekolah-sekolah swasta di Banten.
“Kami jadikan ini sebagai bagian dari langkah untuk terus maju ke depan mengembangkan potensi daerah,” katanya.
Andra menilai penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banten, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya konsistensi dalam menjalankan setiap kebijakan pembangunan daerah.
“Prinsipnya, bagaimana suatu kebijakan dijalankan secara konsisten untuk hasil yang maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa program Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi digelar di enam regional sebagai upaya menciptakan kompetisi yang lebih adil di antara pemerintah daerah.
Menurut Tito, terdapat sejumlah indikator penilaian yang digunakan, mulai dari penanganan kemiskinan, stunting, pengangguran, inflasi hingga pengelolaan creative financing. Seluruh proses penilaian dilakukan menggunakan data terbuka yang dapat diakses publik, termasuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Untuk creative financing, jadi siapa yang lebih kreatif dalam menangani dan mengelola keuangan terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Tito.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat mendorong kepala daerah di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
“Acara ini memberikan penghargaan kepada kepala daerah atas kinerjanya. Harapannya timbul iklim kompetisi dan semangat untuk saling bersaing secara sehat,” pungkasnya.
Penghargaan yang diraih Pemprov Banten menjadi bukti bahwa inovasi pembiayaan daerah dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

















