berandaPeristiwa,- Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat kolaborasi dengan APDESI Merah Putih dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih di Hotel Aston, Kota Serang, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan kepala desa dari berbagai daerah itu juga dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Arifin Muba. Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rakernas yang berlangsung melalui kolaborasi bersama Pemuda Pancasila.
Menurutnya, pembangunan desa menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah melakukan penataan jalur irigasi sebagai upaya dalam menjaga ketahanan pangan dari desa. Hasilnya, alhamdulillah produksi pertanian kita cukup baik,” ujar Andra Soni.
Ia juga menyambut positif berbagai gagasan yang muncul dari kolaborasi APDESI Merah Putih dan Pemuda Pancasila, termasuk program pembangunan kandang ayam di setiap desa serta digitalisasi desa yang dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat.
“Saya yakin program-program itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama dari desa,” katanya.
Andra berharap Rakernas tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Desa harus diurus karena itu merupakan wajah negeri kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih Johan Arifin Muba mengungkapkan organisasinya tengah menyiapkan pengembangan koperasi di setiap kabupaten dengan skema satu desa memiliki dua koperasi dan satu kelurahan memiliki lima koperasi tanpa mengandalkan dana APBD maupun APBN.
Menurut Johan, sejumlah program telah berjalan, termasuk pembangunan satu desa satu kandang ayam di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Program serupa juga sedang dikembangkan di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan ATR/BPN terkait rencana itu. Kami meyakini, dengan program itu ekonomi kerakyatan akan tumbuh,” ujarnya.
Dalam Rakernas tersebut, APDESI Merah Putih juga menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, termasuk usulan pemberian lahan HGU kepada pemerintah desa melalui BUMDes maupun koperasi desa, serta pelaksanaan program cetak sawah yang langsung dikelola pemerintah desa.
“Dengan begitu kemandirian fiskal desa bisa berjalan dengan baik,” kata Johan.
Di sisi lain, Ketua APDESI Merah Putih Anwar Sadat berharap berbagai program yang dirancang mampu memperkuat kemandirian desa di tengah kebijakan realokasi anggaran pemerintah.
“Harapannya Pemdes yang jumlahnya mencapai 75.265 di 37 provinsi itu bisa mendominasi perekonomian nasional. Maka dari itu desa tidak boleh dihilangkan kedaulatan dan perannya, karena yang bisa merepresentasikan kemajuan bangsa adalah desa,” jelasnya.

















