banner 728x250

Museum Marsinah Rp 3,8 Miliar Resmi Berdiri, KSPSI Tegaskan Tak Gunakan Dana Negara

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk. KSPSI menyebut pembangunan museum senilai Rp 3,8 miliar itu murni berasal dari gotong royong buruh tanpa APBN maupun APBD.

Museum Marsinah Rp 3,8 Miliar Diresmikan Prabowo, KSPSI Tegaskan Tanpa Dana APBN
banner 120x600
banner 468x60

berandaPeristiwa,- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berlangsung melalui gotong royong keluarga besar KSPSI AGN.

Museum yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 16 Mei 2026, itu menghabiskan anggaran hampir Rp 3,8 miliar.

“Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar,” ujar Andi Gani usai acara peresmian.

Ia memastikan seluruh biaya pembangunan berasal dari solidaritas buruh dan koperasi pekerja di bawah naungan KSPSI AGN.

“Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” tegasnya.


Koperasi Buruh Jadi Kekuatan Ekonomi KSPSI

Andi Gani menjelaskan kekuatan koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum tersebut. Menurut dia, jaringan koperasi pekerja KSPSI AGN saat ini memiliki aset hingga Rp 2,1 triliun.

Ia menyebut sejumlah koperasi buruh bahkan mengelola aset ratusan miliar rupiah.

“KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp 2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp 750 miliar, ada yang Rp 300 miliar,” katanya.

Kekuatan ekonomi itu, lanjut Andi Gani, membuka peluang besar bagi gerakan buruh untuk membangun fasilitas sosial dan pendidikan secara mandiri.


Museum Jadi Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh

KSPSI membangun Museum Marsinah sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Nama Marsinah selama ini melekat sebagai ikon perjuangan pekerja dan keadilan sosial.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia,” jelas Andi Gani.

Museum dan rumah singgah tersebut nantinya terbuka gratis untuk masyarakat umum setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pengelola museum juga melibatkan keluarga Marsinah bersama yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.


Prabowo Dinilai Beri Penghormatan kepada Buruh

Dalam kesempatan itu, Andi Gani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah.

Ia menilai langkah Presiden menunjukkan perhatian besar negara terhadap sejarah perjuangan kaum buruh.

“Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah,” ujarnya.

Pembangunan museum tersebut diinisiasi Andi Gani bersama Ketua Dewan Penasihat KSPSI sekaligus Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPD KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi, serta pengurus KSPSI dari berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *